nah kali ini saya akan mengshare chanel youtube baru saya silahkan lihat saja...
like comment subscribe share
Art Crew Cinema
Wikipedia
Search results
Wednesday, May 18, 2016
Wednesday, May 11, 2016
Nah kali ini saya akan memberikan naskah drama yang menarik yang melatar belakangi saya membuat teks drama membaca untuk 2 orang ini adalah karena tarian itu di masyarakat indonesia sekarang ini di anggap hanya bisa di tarikan untuk cewek padahal tarian itu juga banyak jenis nya bukan hanya untuk cewek saja..oke dari pada kelamaan langsung saja ...! lets go!!
KETIKA DIPANDANG
SEBELAH MATA
Pemain 1 : Fikri
Pemain 2 : Adi
(In
: Fikri ,latar : rumah Fikri )
Fikri : (bernyanyi lirih)
Adi : Fikri...! Fikri..!!
ayo ps ..! ps di rumahku.
Fikri : Engga mau Di, aku mau
latihan tari.
Adi : Kamu bisa nari? gak percaya, anak jaman
sekarang kok masih mau belajar kaya gitu. Ketinggalan jaman. Mendingan ayo ikut
aku main ps.
Fikri
: Aku mau latihan tari aja, kamu mau
engga ikut belajar tari?
Adi : Tapi aku malu belajar tari ,tari kan
untuk cewek.
Fikri
: Jangan salah tarian itu banyak
jenisnya.
Adi : O.... jadi begitu,terus kita harus
ngapain?
Fikri
: Kita harus mau melestarikan budaya, kalau
bukan kita siapa lagi, apa iya harus nunggu direbut negara tetangga dulu baru
mau belajar? Sekarang, generasi muda malah sibuk bermain game, sampai budaya di
akui negara lain baru ngomong kalau itu budaya kita.
Adi : Bener juga ya Fik. Ternyata genersi muda
harus bisa mempertahnkan budaya demi kekayaan bangsa.
Fikri
: Iya dong, aku punya cita-cita suatu hari nanti aku bisa mendirikan sanggar
tari.
Adi : Wuih keren
Fikri : Iya di, mohon doanya ya. Oh iya, kamu udah
punya cita-cita belum?
Adi
: Sudah dong fik, aku mau jadi kapten kapal.
Fikri : Lho kapal apa Di?
Adi : Ya kapal beneranlah Fik, masa kapal yang
di Jogja Bay
Fikri : Hahahah, maksud aku kapal perang apa kapal
feri?
Adi
: Aku pengen jadi kapten kapal perang. Jadi, kalau ada negara lain yang
mengganggu daerah kita dan mencuri budaya kita, akan aku serang.
Fikri
:
Wah bagus cita-citamu Di. Tapi ya jangan langsung serang, harus komunikasi
terlebih dahulu dengan negara yang salah itu.
Adi : Iya fik, bercanda.
Fikri : Kamu kebanyakan main
game perang ini.
Adi : Lho kok bisa? Ada
yang salah dengan aku Fik?
Fikri : Engga salah, tapi
pikirannya udah teracuni dengan kekerasan dan kehancuran. Ada orang yang salah
sedikit di ajak ribut.
Adi : Ya emang harus begitu.
Jadi kita di takuti oleh orang lain.
Fikri : Tidak bisa Di. Jadi
manusia itu, harus di hormati dan di hargai, bukan di takuti. Anjing itu di
takuti karna galak, jadi apa bedanya kita dengan anjing kalau kita cuma di
takuti.
Adi : Kan kita lagi engga
ngomong soal anjing.
Fikri : Iya bener, tapi itu
buat perbandingan. Contoh pak Soekarno, beliau dihargai dan dihormati oleh
seluruh dunia, tapi mereka tidak takut untuk berteman dengan beliau. Berkat
beliau juga Indonesia merdeka.
Adi : Ternyata kamu pinter
Fik.
Fikri
: Iya dong. Sini duduk dulu aku ambilin
minum.
Adi : Gak usah repot-repot
(Adi duduk dan Fikri masuk mengambil minuman)
Adi
menunggu Fikri di ruang tamu, beberapa saat Fikri keluar membawa minum.
Fikri : Ini diminum dulu.
Adi : Lah malah jadi
ngrepotin Fik.
Fikri : Udah, anggap aja rumah
sendiri.
Adi :
Ngomong-ngomong tarian itu ada berapa jenisnya Fik? Aku jadi penasaran tentang
tari.
Fikri
:
Banyak Di, yang paling mudah di bedakan yaitu tari tradisional sama tari
kreasi.
Adi : Terus kalau bedanya dari kedua tarian
itu apa?
Fikri : Jadi begini, kalau
tarian tradisional itu sudah ada dari jaman dahulu. Musik dan gerakan sudah
turun temurun dan tidak boleh banyak diubah. Kalau tarian kreasi, tarian itu
diciptakan sesuai kreasi dari pembuat tarian itu.
Adi
: Owh begitu,
jadi kalau tari tradisional itu contohnya kuda lumping itu ya?
Fikri : Bukan, itu masuk
jenis tarian kreasi.
Adi : Aku dikasih tahu Fik contohnya.
Fikri : Contohnya tari Klana
Topeng, Kuda-kuda, dan Klana Alus.
Adi : Oh itu contohnya.
Fikri : Tahu tarian itu
belum?
Adi : Belum tahu fik.
Fikri : Nanti aku kasih contoh
salah satu tarian yang cukup bagus. Biar kamu suka sama tari.
Adi : Oke Fik, siap bos.
Fikri : Itu diminum dulu,
enak kalau cuaca panas gini minum es.
Adi : Iya-iya aku minum.Fik
kamu udah melakukan apa aja untuk menggapai cita-citamu? (ambil gelas)
Fikri : Aku udah berlatih
banyak tarian. Supaya, nanti kalau aku punya sanggar bisa aku terapkan di
sanggar. Selain tari, sebenarnya aku juga belajar acting.
Adi : acting? Sejak kapan
kamu suka acting?
Fikri : Dulu ketika masih sd,
aku acting nangis dulu biar dibeliin mainan sama ibuku hahaha
Adi : Wah ngaco ini, aku tanya serius (berdua
ketawa)
Fikri : Aku pernah ikut
casting dan aku kepilih untuk main ftv, sejak itu aku jadi suka akting dan
serius belajar.
Adi : Kamu belajar acting
sendiri apa di bimbimbing oleh orang lain?
Fikri : Aku latihan acting di
Lilo setiap hari Selasa dan Jumat jam 7 malem.
Adi : Apa engga capek?
Fikri : Engga, semua itu demi cita-citaku. Katanya kamu mau jadi kapten
kapal, udah berjuang apa aja buat menggapai itu?
Adi : Aku udah serius
belajar di sekolah, tapi masih ada pelajaran yang belum aku kuasai.
Fikri : Peajaran apa?
Matematika?
Adi : Bukan, pelajaran
fisika yang menurut aku sulit dan aku engga bisa.
Fikri : Lah terus kalau engga
bisa kenapa?
Adi : Jadi kan menghambat
cita-citaku.
Fikri : Harusnya belajar,
bukan malah mengeluh.
Adi : Gimana ya?
Fikri : Malah gimana. Ya
mulai sekarang diperbaiki belajarnya, jam belajar juga di perhatikan.
Adi : Aku udah lakuin, tapi
aku engga bisa Fik.
Fikri : Ingat ini ya Di,
kegagalan kunci kesuksesan. Nah nanti kamu bisa jadiin pedoman itu agar makin
semangat mengejar cita-cita.
Adi : Lha biasanya pelajaran yang paling sulit
itu matematika, sekarang malah fisika yang sulit.
Fikri : Tidak boleh
meremehkan segala sesuatu dan jangan memandang dengan sebelah mata terhadap
suatu objek.
Adi : Iya iya Fik. Kamu
belajar tari udah lama kan? Kenapa kok betah belajar sampai begitu lama.
Fikri : Karna aku cinta
budaya Indonesia. Sebagian bangsa kita masih mengnganggap tari itu kuno.
Makanya, aku pengen melestarikan tari Indonesia agar diminati seluruh rakyat
Indonesia bahkan dunia.
Adi : Kamu semangat
banget ya kalau bicara soal tari. Coba
tunjukin satu tarian yang udah kamu kuasai. Biar aku bisa menikmati, aku duduk
sini ya.
Fikri : (Menari durasi
sekitar 4 menit.)
Fikri : Itu tadi tarian
XXXXXX yang sudah sering aku tampilkan di berbagai acara.
Adi : Keren keren.
Fikri :Bagus kan tariannya,
tapi aku masih harus banyak belajar lagi.
Adi : Iya Fik. Belajar
terus ya. Yauda, Aku mau pulang dulu, kayanya kamu capek habis nari. Butuh
istirahat. Sampai jumpa besok ya.
Fikri : oke Di, sama- sama.
Sampai jumpa.
Tuesday, December 29, 2015
ART CREW CINEMA
nah ini adalah project film terbaru di art crew cinema berikuut sinopsisnya
nah ini adalah project film terbaru di art crew cinema berikuut sinopsisnya
Sekolah
Impian
Oleh
: Fikri Nur Adani
Mungkin kisah ini ada di berbagai
daerah yang jauh dari pusat kota(pelosok) . Sebagaimana di desa tersebut
terdapat banyak anak usia Smp yang tidak bersekolah dari kecil hal tersebut
terjadi karena dari keluarga atau satu kampungnya memang tidak bersekolah /buta
sekolah . kalaupun bersekolah mereka harus menempuh perjalanan beberapa
kilometer dari desanya ,maka dari itu mereka tidak bersekolah karena adanya
faktor lingkungan yang kurang mendukung mereka didesa hanya bermain dan
membantu orangtua . saat itu ada anak muda juga berusia 14 bernama alex di beri
tugas oleh gurunya untuk mewawancarai seseorang yang tidak bersekolah .setelah
pulang sekolah,lalu alex berpikir bahawa seseorang itu akan hanya ada di sebuah
desa yang terpelosok dengan cepat alex
langsung pergi ke tempat tersebut dan ternyata ada anak anak seusianya yang
sedang bermain di tengah desa /hutan .
Alex pun menginitip dan mendekati mereka yang
sedang bermain ,setelah alex mendekati anak tersebut alex pun langsung bertanya
kepada mereka dan mendata apa yang ia tanyakan .dari situlah alex terbesit di
pemikirannya untuk mendirikan sekolah kecil untuk anak tersebut. Setelah
beberapa bulan sekolah itu berjalan dan akhirnya murid murid alex pun menjadi
orang yang sukses seorang wira usahawan di kota
walaupun tidak bergelar sarjana .tetapi walaupun begitu alex tetap
bangga kepada mereka...
Subscribe to:
Posts (Atom)
